Fuzhou 2026: Menjelajahi Mahakarya Kuliner Min di Ibu Kota Fujian

Fuzhou 2026: Menjelajahi Mahakarya Kuliner Min di Ibu Kota Fujian

Pada tahun 2026, Fuzhou bukan hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan Provinsi Fujian, tetapi juga sebagai destinasi ziarah kuliner bagi para pencinta makanan tradisional Tiongkok. Sebagai rumah bagi Masakan Min—salah satu dari delapan tradisi kuliner besar Tiongkok—Fuzhou menawarkan simfoni rasa yang mengutamakan kesegaran hasil laut, kemahiran teknik pisau, dan keseimbangan rasa manis dan asam yang elegan.

Warisan Legendaris dalam Satu Kuali Ikon kuliner nomor satu di Fuzhou tetaplah Buddha Jumps Over the Wall (Fo Tiao Qiang). Pada tahun 2026, hidangan ini telah diakui secara global sebagai puncak dari seni memasak sup. Terdiri dari lebih dari 20 bahan premium seperti abalon, teripang, sirip ikan, dan jamur pilihan, sup ini direbus perlahan selama belasan jam. Aromanya yang begitu memikat konon mampu menggoda seorang biksu untuk melompati tembok demi mencicipinya—sebuah metafora yang melambangkan kemewahan rasa Fuzhou.

Teknik Unik: Daging Menjadi Kulit Salah satu keunikan yang menonjol di Fuzhou adalah kreativitas dalam tekstur. Rouyan, atau pangsit daging, memiliki kulit yang tidak terbuat dari tepung, melainkan dari daging babi tanpa lemak yang ditumbuk halus hingga menjadi lembaran tipis transparan. Teksturnya yang kenyal dan halus memberikan sensasi makan yang berbeda dari pangsit manapun di dunia. Selain itu, Bakso Ikan Fuzhou yang ikonik—dengan isian daging babi berkuah di dalamnya—tetap menjadi jajanan wajib yang bisa ditemukan di sepanjang jalan bersejarah Sanfang Qixing (Tiga Gg dan Tujuh Lorong).

Harmoni Rasa dan Warna Fuzhou juga terkenal dengan penggunaan ragi merah dalam masakannya, seperti pada hidangan Babi Leci (Li Zhi Rou). Potongan daging dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai buah leci setelah digoreng, lalu disiram saus asam manis kemerahan yang menggugah selera. Di tahun 2026, koki-koki muda di Fuzhou mulai bereksperimen dengan memadukan saus tradisional ini ke dalam teknik memasak modern, menciptakan gaya “Neo-Min” yang populer di kalangan milenial.

Pengalaman Makan Modern di 2026 Seiring dengan masuknya Fuzhou ke dalam peta panduan kuliner internasional seperti Michelin Guide 2026, kota ini menyaksikan kebangkitan restoran fine-dining yang berlokasi di bangunan-bangunan kuno yang direstorasi. Di tempat-tempat seperti Wenru No. 9, pengunjung dapat menikmati hidangan penutup klasik seperti Taro Purée (Yu Ni) yang lembut dan harum, sambil menikmati suasana arsitektur kayu tradisional yang tenang.

Kesimpulan Fuzhou di tahun 2026 adalah tempat di mana tradisi tidak luntur oleh modernitas. Dari sarapan pagi berupa Ding Bian Hu (bubur pasta beras) yang sederhana di kedai pinggir jalan, hingga jamuan formal tedsfishfry.net di hotel berbintang, setiap suapan di Fuzhou adalah penghormatan terhadap sejarah panjang dan ketelitian seni kuliner Fujian yang mendalam.