Kucing Gunung Andes: Kucing Liar Paling Terancam di Amerika
Kucing Andes (Leopardus jacobita) adalah karnivora kecil yang sangat langka dan sulit ditemui, membuatnya menjadi salah satu kucing liar paling misterius dan terancam punah di dunia. Foto yang Anda berikan menampilkan kucing ini di habitat aslinya yang berbatu, menunjukkan bulunya yang tebal dan berekor panjang, yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan di medan terjal.
Karakteristik Fisik dan Habitat
Kucing Andes berukuran mirip dengan kucing domestik, dengan panjang tubuh sekitar 57 hingga 64 cm dan berat sekitar 5,5 kg. Ciri khas utamanya adalah bulunya yang tebal berwarna abu-abu keperakan dengan pola garis dan bintik berwarna cokelat atau oranye karat. Ekornya yang sangat panjang dan lebat, mencapai sekitar 70% dari panjang tubuhnya, memiliki 6 hingga 9 cincin gelap yang khas. Telinganya yang lebar dan letaknya yang terpisah di kepala rata menunjukkan adaptasi pendengaran yang sangat baik, berguna untuk mendeteksi mangsa di lingkungan yang sunyi.
Habitat kucing ini sangat spesifik, yaitu di daerah kering, gersang, dan berbatu di ketinggian Pegunungan Andes, dari Peru selatan hingga Chili utara, Bolivia, dan Argentina barat laut. Mereka umumnya ditemukan di elevasi di atas 3.000 meter, meskipun populasi di Patagonia utara Argentina dapat ditemukan pada ketinggian yang lebih rendah. Lingkungan ini ditandai dengan suhu ekstrem, vegetasi yang jarang, dan tebing curam, di mana kucing Andes menggunakan lanskap berbatu untuk berlindung dan berburu.
Makanan Utama dan Perilaku
Kucing Andes adalah karnivora obligat, yang berarti makanannya sebagian besar terdiri dari protein hewani. Mangsa favorit dan utama mereka adalah vizcacha gunung (Lagidium spp.), sejenis hewan pengerat besar yang menyerupai kelinci dan juga menghuni daerah berbatu yang sama. Vizcacha gunung dapat menyumbang lebih dari separuh biomassa mangsa yang dikonsumsi oleh kucing Andes dalam beberapa penelitian.
Selain vizcacha, mereka juga memakan mamalia kecil lainnya seperti tuco-tuco, serta reptil dan burung kecil yang bisa mereka tangkap. Mereka biasanya berburu di malam hari atau saat senja, memanfaatkan indra pendengaran dan penglihatan yang tajam untuk menemukan mangsa di antara bebatuan.
Ancaman dan Konservasi
Status konservasi kucing Andes sangat memprihatinkan; mereka terdaftar sebagai spesies Genting (Endangered) dalam Daftar Merah IUCN karena https://www.rmstreeteranimalnutrition.com/ populasinya di alam liar diperkirakan kurang dari 2.500 individu dewasa. Kucing ini juga tidak dapat bertahan hidup di penangkaran, menambah urgensi upaya konservasi di habitat alaminya.
Ancaman utama terhadap kelangsungan hidup mereka meliputi:
- Hilangnya dan fragmentasi habitat akibat aktivitas pertambangan, penggembalaan ternak, pembangunan jalan, dan perubahan iklim.
- Perburuan liar, baik untuk diambil bulunya maupun untuk tujuan pengobatan tradisional atau upacara spiritual, karena dianggap sebagai hewan suci oleh masyarakat adat Aymara dan Quechua.
- Penurunan populasi mangsa utama, yaitu vizcacha dan chinchilla gunung, yang secara langsung berdampak pada ketersediaan makanan kucing Andes.
- Konflik dengan manusia dan serangan dari anjing domestik atau liar yang dapat menularkan penyakit.
Organisasi seperti Aliansi Kucing Andes (AGA) bekerja sama dengan masyarakat lokal dan pemerintah di Argentina, Bolivia, Chili, dan Peru untuk melakukan penelitian, program pendidikan, dan mitigasi konflik guna melindungi spesies ikonik ini dan habitat rapuhnya.
